Serial Persahabatan Ketujuh bocah dan anjingnya
Ke-enam bocah dan anjingnya
……Perkenalan singkat………………………..
Mereka
semua terbangun saat mendengar Neli menggonggong. Ternyata pagi memang sudah tiba. Di bawah keremangan lampu teplok, Frank,
Anle, Michele, Potter, Magist, Neil, dan
Briliant mulai merapikan tempat tidur.
“Siapa
yang akan menyapu dan memasak untuk sarapan pagi ini?” Frank
“Mungkin
sekarang giliran Potter!” Magist
Ternyata
Potter sudah siap di dapur untuk memasak dan juga ia sudah selesai menyapu
lantai.
“Neil….
Nel!” Briliant
“Hai…
apaan!” Micle juga Anle menyahut
“Ayo,
kita car kayu bakar, persediaan kita sudah hampir habis!” Briliant
“Oke…
ya.. !” sahut mereka hampir berbarengan
Mereka
bekerja keras, bahu membahu demi mempertahankan hidup mereka. Entah nasib apa yang mempertemukan mereka
sampai akhirnya mereka hidup bersama layaknya seonggok ranting kecil yang masih
rapuh. Mungkin sejauh ini belum ada
alasan khusus mengapa mereka memutuskan untuk bekerja bersama-sama dan hidup
bersama di pondok jeremi itu.
Setengah
jam kemudian kayu-kayu sudah berhasil mereka kumpulkan. Kayu-kayu tersebut mereka angkut ke tempat
penampungan kayu di emperan pondok kecil mereka. Yang lain yang tidak bertugas, mungkin inilah
waktu bagi mereka untuk meledek teman mereka sebagai pembantu dan juga saat
yang tepat bagi mereka untuk merayakan saat mereka duduk menjadi bos di pondok
mereka. Namun semua itu hanyalah candaan
semata, sungguh kehidupan diantara mereka jarang terjadi perselisihan.
…………Pemimpin di gubuk tua………..
“Heii…
semua ayo kita makan!” Potter.
“Okeyy
kita dataanggg…. !” sahut salah satu dari mereka
Ketika
mereka datang, sudah disiapkan di atas meja kayu yang sudah tua ubi rebus,
nasi, ulat sagu, juga daun singkong yang sudah dimasak. Mereka makan dengan lahab. Tidak ketinggalan anjing kesayangan mereka
turut makan bersama mereka. Setelah mereka hampir selesai makan, salah satu
bocah yang paling tua mulai membuka pembicaraan. Mereka memang terbiasa membicarakan persoalan
apapun di meja makan.
“Brii,
ngomong-ngomong uang kita sudah terkumpul berapa?” Frank
“10
pound kurang lebih… “ Briliant
“Bagaimana
kalau kita belikan baju baru dan sisanya
untuk membeli keperluan dapur?” Frank
Memang
beginilah adat kehidupan mereka. Sebagai
anak yang dianggap paling tua, Frank berkewajiban memimpin diskusi dalam
membelanjakan uang maupun dalam hal menyelesaikan pekerjaan rumah.
“Besok
pagi Frank, Anle, neil kepasar pagi-pagi, Potter, Briliant, magis mencari kayu
dan aku memasak sarapan di rumah, gimana…?” Michele
“Boleh,
kalau begitu… “ Neil menyahut
“Kalau
begitu, ayo kita segera selesaikan makan” Frank
Kalau
sudah Frank mengatakan sebuah perintah, mereka semua segera bergegas. Mereka sangat menghormati kakak tertua
mereka. Mereka sebenarnya sedikit takut
dengan sosok Frank yang tegas.
………Bekerja untuk hidup……………
“Setelah
ini, kita berlima pergi ke kebun ya, dan anle juga Neil ke pasar menjual kayu
yang tadi kita kumpulkan” Magist
5
menit kemudian mereka sudah selesai makan.
Neil dan Anle bergegas menjalankan tugasnya pergi ke Pasar. Michele, Magist, dan Potter ke sawah
sementara Briliant dan Frank mencuci piring dulu baru nanti menyusul ke
sawah. Sesampai di sawah mereka segera
mengerjakan pekerjaan rutin mereka, seperti mencangkul. Tidak ketinggalan si anjing lucu neli pun
ikut mendapat bagian. Seperti biasa,
anjing mereka sangat rajin menjaga rumah terutama ketika penghuninya sedang
bepergian.
Michele,
Magist, dan Potter yang sedari tadi sudah sampai di ladang sudah menyelesaikan
¾ bagian ladang yang meski di cangkul.
“Wah,
Potter yang tadi makan paling banyak giat sekali kerjanya!” Magis
“Bhahaha….
Ya iyalah, Potter gitu” sahut Potter sambil membusungkan dadanya
“Kalau
makan banyak mestinya kerjanya harus giat dong, kalo malas-malasnya nanti
badannya bisa kayak’ babi lho” Michele menimpali
Setelah
beberapa waktu, Frank dan Briliant kemudian dari kejauhan tampak menyusul. Mereka membawa cangkul yang di panggul di
atas pundak. Tidak ketinggalan mereka
juga membawa 3 botol air minum dan ubi rebus.
bersambung....
Komentar
Posting Komentar