Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Memenangkan hati lawan…

Pada waktu itu saya kuliah semester 5 (kalau tidak salah).  Teman saya mengatakan bahwa ia kehilangan flashdisk, katanya saya yang terakhir meminjam flash tersebut.  Akan tetapi dalam ingatan saya, saya benar-benar sudah mengembalikan flash tersebut.  Akhirnya saya menanggapinya bahwa saya akan mencari di kos saya barangkali saya memang lupa belum mengembalikan dan benar-benar kebawa oleh saya.  Teman itu pun menyetujuinya.  Pendek kata, flash tersebut tidak ditemukan di kos saya apalagi di tas.  Karena seingat saya, memang benda tersebut sudah saya kembalikan ke pemiliknya.  Tetapi saya juga tidak memungkiri kalau-kalau saya belum mengembalikan.  Saya juga takut kalau saya lupa belum mengembalikan.  Karena benda tersebut tidak ditemukan di kos, akhirnya saya putuskan untuk sms meminta maaf dan mohon agar ia berkenan kalau flash tersebut saya ganti yang baru.  Saya merasa lega, karena dia dengan baik hati memperbolehkan saya menggan...

1% tetapi Alasan Penting

Alasan penting…. Untuk hidup di sebuah keluarga yang membuat gila secara psikologis, benar-benar cobaan.  Ya, benar-benar cobaan.  Meskipun begitu, aku akan berusaha tetap menjadi manusia, bukan monster atau bahkan penjahat.  Aku pernah benar-benar melalui waktu yang sulit ketika aku harus hidup di dalam penjara yang tidak pernah ku buat.  Penjara itu benar-benar menakutkan dan membuatku hidup sendiri dalam kesunyian.  Iya, penjara yang dibuat oleh manusia-manusia di sekelilingku.  Kadang aku berpikir bahwa Tuhan pun adil bisa memisahkan kesalahan orang tua dan anak, tetapi hukum manusia benar-benar menakutkan.  Rasanya aku bisa merasakan seperti anak-anak yang waktu itu hidup sebagai anak tahanan politik.  Anak Jitske Mulder dan seorang tahanan politik.  Mungkin rasanya begini. Ketentuan Tuhan mengatakan bahwa Tuhan memisahkan kesalahan anak dengan orangtua, setiap orang menanggung dosa sendiri atas perbuatan mereka sendiri.  Tetap...

Cerita untuk Pak Darmaningtyas…

Selamat malam untuk para penebar inspirasi.  Jitske Mulder (Ruth Havelar, nama pena), Darmaningtyas, dan Pramoedya Ananta Toer.  Sekali lagi, aku mempertemukan Bapak dan Ibu dalam sebuah rasa penasaran mengenai jaman pemerintahan Soeharto.  Anda membahas melalui tulisan dan catatan-catatan sesuai dengan latarbelakang Anda pribadi.  Terimakasih telah menjadi inspirasi untuk memulai menulis.  Kalau sekarang menulis ya menulis saja, tidak lagi takut dianggap antek-antek PKI.  Hahaha…   Malam ini membaca tulisan Pak Darma yang sudah dirilis beberapa bulan lalu.  Kemarin pernah membaca sekilas, dan baru sekarang rasanya keinginan membuka tulisan Pak Darma mulai kembali.  Soalnya, saya menemukan pengalaman soal pendidikan yang ingin saya bagi.  Orang bilang saat ini saya tidak punya kegiatan signifikan.hahaha karena belum bekerja.  Tapi sebenarnya saya juga produktif.  Jangan salah, bekal pengalaman belajar di perguruan tinggi m...

Jual Sapi…

Hari ini benar-benar harus pasang muka acuh.  Iya, tanpa ada rencana apapun siang bolong mengajukan beasiswa kemenristek dikti lewat online.  Yahhh nanti semoga aja iseng berhadiah.  Kalau nanti pas ada uang akan lebih baik kalau ke warnet lagi untuk melengkapi pendaftaran.  Padahal LPDP yang ku gadang-gadang semua syarat oke aja aku tak jadi apply.   Alasannya sih kata orang sepele, karena Bimbingan dan Konseling UNY belum daftar tujuan LPDP.  Kata orang aku bisa saja ambil Bandung.    Tapi bagiku dan simbok enggak sesepele itu.  Bandung nan jauh di sono masih menjadi pertimbangan.  Belum biaya hidup disana mahal, belum ada sanak family yang disana, belum lagi seleksi lpdp nya, belum lagi seleksi s2 nya, dan lain sebagainya.  Intinya perjalanannya masih panjang.  Singkat cerita akhirnya saya mendaftar S2 Bimbingan dan Konseling UNY. Alhamdulillah, 14 Februari tes, tanggal 22 Februari nya sudah pengumuman.  Untuk m...

Broken Home

Masa laluku ada momen-momen ketika aku harus menghadapi krisis identitas.  Seperti hal nya remaja yang lain, beberapa tahun lalu  saya juga hanya remaja smp atau remaja smk yang hidup dengan dipengaruhi bayangan masa lalu.  Ya, keluargaku broken home.  Teman-temanku ada yang  pernah meneguk miras, remaja putri yang merokok, temanku juga ada yang bolos sekolah.  Selain soal broken home, ada persoalan lain yang bisa saja menjadi alasan untuk aku berbuat nekad seperti halnya temanku.  I never do it, smocking, drugs, alcohol… Akan tetapi aku memiliki figur kepercayaan yang mana ia rela melakukan apa saja untukku.  Bahkan sampai akhir, hidup simbah hanya untuk mengurusku.  Bayangkan saja, bahkan saat itu hari senin atau selasa simbah masih membuatkan tempe goreng dengan sambal untukku.  Hari rabu pagi setelah subuh, simbah sesak nafas tanda sakaratul maut dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.  Tidak sakit dan tidak juga ada fir...

Anak Baik…

Waktu itu aku masih SD.  Sering sekali ngaji di rumah kepala sekolah.   Pak kepala sekolah dan istrinya sudah menganggap anak-anak lain juga saya seperti anak mereka sendiri.  Hari itu saya harus menginap dirumah Pak kepala sekolah untuk belajar murottal untuk lomba tingkat sekolah dasar.  Memang ritualnya begitu.  Setiap mendekati lomba saya menjadi anak yang diistimewakan untuk tidak mengikuti pelajaran, dan kegiatan sekolah lain.  Latihan dan latihan.  Sebelum berangkat simbok mewanti-wanti agar kalau di rumah Pak guru membantu  menyapu dan pekerjaan yang bisa dilakukan.  Sore hari dengan malu dan rasa grogi saya diajak makan bersama di rumah Pak guru beserta keluarga.  Suasana makan malam sehabis sholat isya’  sangat khidmat dan terasa nyaman.  Agak berbeda dengan pemandangan di rumah.  Kalau di rumah, sering melihat sabit yang akan digunakan untuk memukul, dan benda-benda lain yang menggagalkan suasana makan...

MEMBANTU BELAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK TEMANKU

Exercise 12 10. The shoes  (subjek) which matched the dress (penjelas subjek) that (conector) was (verb) on sale (preposisi dan objek of preposisi). Kalimat kuwi incorrect karena ujuk2 ada conector padahal kan cuma 1 klausa. Konektor kan untuk menghubungkan 2 klausa ( 1 klausa sebagai induk, satu sebagai anak kalimat nek gak salah gitu..haha) Kalimat kuwi juga salah karena missing verb  (gak punya kata kerja). Padhl dalam 1 kalimat minimal harus punya subjek dan verb. Skill 1 Intine kan kowe gor kon jawab benar salah, jadi jawaban e salah. ============================================================================ Saiki soal ngopo pake are gak pake was?? Kenapa pake are.. ? ketoke karena subjek e bentuk plural /jamak (shoes) Pertanyaan mu apa bedane are dan was ? was dan are sama2 tobe tapi beda penggunaan. TOBE PRESENT PAST TUNGGAL/singular Is, am was JAMAK/plural are ...