Memenangkan hati lawan…


Pada waktu itu saya kuliah semester 5 (kalau tidak salah).  Teman saya mengatakan bahwa ia kehilangan flashdisk, katanya saya yang terakhir meminjam flash tersebut.  Akan tetapi dalam ingatan saya, saya benar-benar sudah mengembalikan flash tersebut.  Akhirnya saya menanggapinya bahwa saya akan mencari di kos saya barangkali saya memang lupa belum mengembalikan dan benar-benar kebawa oleh saya.  Teman itu pun menyetujuinya. 
Pendek kata, flash tersebut tidak ditemukan di kos saya apalagi di tas.  Karena seingat saya, memang benda tersebut sudah saya kembalikan ke pemiliknya.  Tetapi saya juga tidak memungkiri kalau-kalau saya belum mengembalikan.  Saya juga takut kalau saya lupa belum mengembalikan.  Karena benda tersebut tidak ditemukan di kos, akhirnya saya putuskan untuk sms meminta maaf dan mohon agar ia berkenan kalau flash tersebut saya ganti yang baru.  Saya merasa lega, karena dia dengan baik hati memperbolehkan saya mengganti flash disk dengan kuota yang sama dan merk yang sama pula(entah 6 atau 4 giga saya lupa).   Selain itu, menurut teman saya  isi flash tersebut tidak begitu penting.  Dan benar saja, karena sewaktu saya buka dulu, flash tersebut hanya berisi file biasa.  Untungya waktu itu saya masih memiliki simpanan beasiswa di bank dan uang saku mingguan.  Jadi saya tidak mengkhawatirkan tentang uang untuk mengganti. 
Singkat cerita, saya meminta bantuan teman untuk menemani saya mencarikan flash dengan kualitas dan kuantitas yang sama dengan yang hilang.  Pada waktu itu flash tersebut kalau tidak seharga 60 an ya seharga 80 an (saya lupa tepatnya).  Setelah flash tersebut saya beli, saya merasa senang karena saya dapat menemukan flash dengan spesifikasi yang sama.  Esok harinya, dengan merasa bahagia dan merasa damai saya memberikan flash tersebut dengan teman saya. 
Saya       :  ini flash nya…. Maaf kemarin menghilangkan punyamu?
X             : ya, sama-sama
Intinya saya melakukan percakapan tanpa nada permusuhan.  Malahan terdengar akrab, karena memang saya berteman  lumayan akrab dengan dia.  Apalagi flash tersebut sudah saya kembalikan dengan spesifikasi yang sama.  maka saya pun  besar hati untuk segera memberikan ke teman saya.  Akhirnya saya segera meminta diri untuk bergabung dengan teman-teman lain, dan setelah saya agak menengok saya dengar jelas bahwa teman dari teman saya berceletuk.
Y              : flashmu kemarin ketemu to…
X             : ssstttt diam saja,,,,

Dan kalau tidak salah, akhirnya flash yang lama entah yang baru dari saya, salah satunya akhirnya di berikan ke Y.  saya pura-pura tidak mendengar dan berlalu saja.  Akhirnya saya membuktikan ingatan saya, bahwa ingatan saya benar.  Meskipun saya mencoba berendah hati karena jangan-jangan ingatan tersebut salah, akan tetapi ingatan “sudah mengembalikan” itu benar.  Aku tetap hidup sebagai manusia, dan aku tetap akrab seperti biasa dengan teman tersebut.  Dan aku ingat kata-kata penulis di buku Secret Jokowi yang menuliskan paham salah satu filosof/tokoh bahwa tidak ada gunanya berseteru, karena saat engkau berseteru walaupun engkau menang dalam perseteruan. Akan tetapi engkau tidak dapat memenangkan hati dari lawanmu.  Kalau tidak salah begitu…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSPEK KELANJUTAN STUDI LULUSAN SMK JURUSAN TATA BUSANA

PENGGUNAAN TEKNIK PENGUKUHAN UNTUK MENGATASI PERILAKU MENGGANGGU PADA ANAK PRASEKOLAH

GURU BK SEBAIKNYA “JEMPUT BOLA”