Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

GURU BK: OPTIMALKAN DUKUNGAN SISTEM

Oleh Ruly Ningsih, S. Pd. Alumni   Bimbingan dan Konseling, UNY Sebagai lembaga paling strategis dalam melakukan rekayasa sosial, pendidikan memiliki banyak tantangan dan pekerjaan rumah.   Guru-guru kita sebagai ekseskutor lapangan memainkan peranan yang signifikan dalam menentukan sejauh mana keberhasilan pendidikan.   Pendidikan dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan pola pikir, emosi, dan tindakan siswa ke arah yang lebih baik.   Tentu bukan pekerjaan yang mudah bagi guru-guru kita, akan tetapi bukan berarti pekerjaan ini tidak dapat dilakukan apalagi bagi seorang guru BK.   Guru BK idealnya memang memiliki kemampuan dan otoritas yang memungkinkan baginya untuk merancang berbagai teknik intervensi dibandingkan rakyat biasa.   Tentu saja, hal ini membutuhkan kesepahaman mengenai tugas dan ekspektasi kinerja konselor/Guru BK oleh pihak sekolah sehingga kinerja guru BK tidak hanya menjadi satpam sekolah.   Menjadi satpam sekolah yang dim...

DILEMA GURU BK

          Ada sebuah pernyataan yang sungguh dilematis “kalau sudah terjun ke sekolah, Bimbingan dan Konseling itu beda dengan teori di kampus”.   Mungkin ini adalah pernyataan yang sering kita dengar dari sebagian fresh graduate lulusan bimbingan dan konseling yang kemudian bekerja di sekolah.   Dapat sangat dimengerti bagaimana kemudian pernyataan ini keluar dari seorang fresh graduate yang dengan segala keterbatasan otoritasnya di sekolah . Pertanyaannya kemudian adalah apakah teori yang dibangun selama ini tercerabut dari realitas yang ada?   atau apakah masih terjadi miskonsepsi mengenai   ekspektasi tugas dan kinerja konselor sekolah/guru BK   oleh pihak-pihak di sekolah?   Perkembangan profesi Bimbingan dan Konseling diawali di Amerika oleh Frank Parsons yang mendirikan Boston Vocational Bureau sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan pelatihan bagi anak muda yang ingin mencari kerja...

SELF-HELP GROUP DAN PERSOALAN SKRIPSI

Oleh: Ruly Ningsih, S. Pd. Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan dan Konseling, UNY Bingung, ribet, susah, dosen sulit ditemui merupakan sederet keluhan yang sering kita dengar pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir identik pula dengan persoalan penyelesaian skripsi.    Apa sih tugas akhir skripsi? Tugas akhir skripsi yaitu kewajiban mahasiswa yang menempuh pendidikan strata-1/sarjana untuk menyusun proposal penelitian, melakukan penelitian, dan melaporkan hasil penelitian dalam bentuk tertulis dengan memenuhi kaidah-kaidah ilmiah.   Apabila sudah sampai di tahap pelaporan hasil penelitian, biasanya mahasiswa melaksanakan sidang skripsi/ujian skripsi dihadapan 3 sampai dengan 4 dosen penguji.   Untuk sampai ditahapan sidang skripsi, memang banyak hal yang harus diselesaikan satu per satu.   Namun, bukan berarti semuanya itu tidak bisa dilakukan oleh mahasiswa.   Seperti yang pernah disampaikan oleh Dahlan Iskan, bahwa persoalan terkadang ...