Broken Home


Masa laluku ada momen-momen ketika aku harus menghadapi krisis identitas.  Seperti hal nya remaja yang lain, beberapa tahun lalu  saya juga hanya remaja smp atau remaja smk yang hidup dengan dipengaruhi bayangan masa lalu.  Ya, keluargaku broken home.  Teman-temanku ada yang  pernah meneguk miras, remaja putri yang merokok, temanku juga ada yang bolos sekolah.  Selain soal broken home, ada persoalan lain yang bisa saja menjadi alasan untuk aku berbuat nekad seperti halnya temanku.  I never do it, smocking, drugs, alcohol…
Akan tetapi aku memiliki figur kepercayaan yang mana ia rela melakukan apa saja untukku.  Bahkan sampai akhir, hidup simbah hanya untuk mengurusku.  Bayangkan saja, bahkan saat itu hari senin atau selasa simbah masih membuatkan tempe goreng dengan sambal untukku.  Hari rabu pagi setelah subuh, simbah sesak nafas tanda sakaratul maut dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.  Tidak sakit dan tidak juga ada firasat apapun sebelumnya. Benar-benar sampai akhir, seolah simbah hidup hanya untuk menunggu saya besar.   Dari 3 cucu, hanya saya yang diberikan nama oleh simbah.  Benar-benar nama yang gagah juga nama yang anggun.  Nama ini membawaku menjadi wanita gagah dengan nomor punggung 5 menjadi pemain sepakbola wanita untuk gunungkidul.  Nama ini juga nama yang anggun, karena pernah membawaku melantunkan ayat suci al-qur’an di berbagai kejuaraan.
Alasan teman-temanku merokok, minum, itu sangat beragam. Kata temanku waktu itu, ia merasa pusing dengan keadaan dirinya.  Setelah merokok ia dapat menikmati sensasinya dan pikiran menjadi tenang.  Merokok? Perempuan Merokok? Bayangkan saja 

Ada banyak alasan yang dapat menjadi pembenaran untuk kita berbuat negatif, tetapi kadang hanya sedikit alasan juga dapat membuat kita bertahan untuk tetap positif.  Di dalam sedikit alasan, ada sebuah dorongan menjadi manusia.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSPEK KELANJUTAN STUDI LULUSAN SMK JURUSAN TATA BUSANA

PENGGUNAAN TEKNIK PENGUKUHAN UNTUK MENGATASI PERILAKU MENGGANGGU PADA ANAK PRASEKOLAH

GURU BK SEBAIKNYA “JEMPUT BOLA”