Kuliah Sosio Antropologi Sangat Berkesan :D


        Pergeseran substansi pendidikan dari process oriented ke achieve oriented, warga masyarakat dalam pendidikan formal cenderung lebih mengutamakan  mengejar nilai prestasi hasil belajar dari pada menjadikan dirinya kompeten.  Orang tua lebih memilih mengikutkan anaknya mengikuti bimbel untuk mengejar nilai prestasi belajar.
a.            Faktor penyebabnya, diantaranya adalah
-                Problem  pendidikan berorientasi hasil sudah menjadi tradisi dari masa kemasa.   Menurut pendekatan interpretatif oleh Clifford Geertz bahwa budaya merupakan suatu konsepsi yang diwariskan.  Berdasarkan pandangan itu sejak dini siswa telah diperkenalkan dengan sistem evaluasi berdasarkan hasil akhir tidak mengevaluasi proses, siswa tidak ditekankan akan pentingya bekerja keras.  Satu hal yang terpenting dalam hidup ini bukanlah terletak pada kemenangan tetapi pada usaha meraihnya”  (Pierre De Coubertin).
-                Modernisasi dalam bidang pendidikan, yang mana menurut teori pattern variable menyatakan bahwa masyarakat modern adalah masyarakat yang menganut orientasi nilai yang mengutamakan penilaian berdasarkan achievement (keberhasilan).
-                Kegagalan dalam membangun kultur belajar disekolah padahal kultur sekolah memiliki pengaruh yang mendalam terhadap proses dan cara belajar siswa.
b.            Dampak positif dan negatifnya dalam dunia pendidikan:
-                Dampak positifnya yaitu adanya penghargaan yang tinggi atas suatu prestasi.
-                Sedangkan dampak negatifnya yaitu menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia, karena pendidikan tidak berorientasi pada pencapaian kualitas namun kuantitas.
-                Orang akan melakukan apa saja asalkan mendapatkan skor tinggi tanpa pertimbangan moral.
-                Muncul praktik jual beli ijazah.
-                Etos kerja siswa menurun, misalnya masyarakat lebih memilih bekerja cepat dengan internet tidak suka membaca buku.
-                Munculnya premanisme dalam bidang pendidikan.
-                Munculnya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pendidikan.
-                Ketika orientasi pendidikan hanya diarahkan pada hasil maka tujuan pendidikan yang utuh tidak akan tercapai.  Padahal hakikat pendidikan itu tidak hanya menekankan pengetahuan namun juga value.
c.             Dampak positif dan negatifnya pada masyarakat luas yaitu
-                Dampak positifnya yaitu adanya apresiasi masyarakat terhadap suatu prestasi.
-                Menumbuhkan budaya instan dikalangan masyarakat.
-                Munculnya money politik dimasyarakat, sehingga masyarakat akan membuat keputusan tidak lagi berdasarkan hati nurani namun karena tergiur oleh uang.
-                Muncul tindakan kriminalitas yang semakin meningkat, misalnya: pelaku kriminalitas lebih memilih menjadi copet dibandingkan kerja bangunan.
-                Munculnya budaya kerja yang berorientasi kuantitas sehingga memperlakukan pekerja seperti mesin.
-                Kualitas kerja masyarakat rendah.
d.            Sikap dan tanggapan
-                Menurut pendapat saya  sudah seharusnya Indonesia melakukan transformasi besar-besaran termasuk dalam pendidikan.  Sudah saatnya pendidikan berbenah diri dan kembali ke jalan yang benar.  Pendidikan kembali pada filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara yang berbunyi ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.  Pendidikan kita tidak menutup diri dari perkembangan di negara lain namun tidak melupakan landasan utama pendidikan.  Pendidikan di Indonesia perlu melakukan filter ulang terhadap pengaruh luar negeri. 
Ing madya mangun karsa selaras dengan sebuah pernyataan satu keteladanan lebih baik dari seribu nasihat.  Dari pernyataan ini menurut saya dapat ditarik suatu garis pemikiran bahwa keteladanan itu lahir karena adanya kualitas yang ada pada diri seorang.  Pendidikan di Indonesia sudah seharusnya mengetahui bahwa yang dibutuhkan sekarang ini adalah sebuah kualitas bukan kuantitas. 
Filter budaya asing itu penting untuk mengembalikan tatanan pendidikan kita.  Budaya asing yang dapat secara nyata dirasakan telah merasuk ke Indonesia adalah budaya efektif dan efisien.  Menurut saya budaya efektif dan efisien ini yang menyebabkan pendidikan saat ini memiliki orientasi hasil bukan lagi proses, berorientasi kuantitas bukan kualitas.
Referensi:

-                Murni Ramli.Pendidikan proses atau pendidikan hasil ?

-                Siddiq Basid.Orientasi Proses, Bukan Orientasi Hasil !

-                Yuliafitrimuchtar.Perubahan sosial budaya, pembangunan dan modernisasi

-                Bachtiar  Alam.Globalisasi dan perubahan budaya.

-                Materi kuliah SAP. Murtamadji, M. Pd.

2.            Pengaruh televisi tidak dapat dihindarkan lagi bagi tumbuh kembang anak.  Pendapat saya mengenai dampak positif dan negatif televisi bagi tumbuh kembang anak, serta langkah dalam mengantisipasi dampak negatif program tayangan televisi.
Dampak positif dan negatif tayangan televisi bagi tumbuh kembang anak:
-                Televisi merupakan tempat yang paling efektif dan efisien dalam menyebarkan informasi baik yang sifatnya edukatif maupun rekreasi.  Menurut teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Bandura bahwa seorang anak akan mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan reaksi orang lain.  Kaitannya dengan tayangan televisi yaitu tayangan televisi akan menjadi model bagi anak.  Anak menyukai perilaku meniru sesuai model atau panutan yang disukai.  Eksperimen  Bandura menunjukkan bahwa anak meniru secara persis perilaku agresif dari model dan anak akan mengembangkannya menjadi lebih agresif lagi.  Dwyer menyatakan bahwa TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan.
-                Seorang anak akan mendapatkan informasi mengenai berita terkini maupun kemajuan ilmu pengetahuan.  Hal ini menjadi penting bagi anak untuk membuka cakrawala berfikir anak.
-                Ketika suatu keluarga menonton televisi secara bersama-sama keakraban antara anggota keluarga akan terbina.  Ketika terjadi keakraban maka anak akan merasa senang dan nyaman bersama keluarga dengan harapan proses pendidikan anak dalam keluarga akan terbina dengan baik.
-                Menonton televisi dapat mengurangi jam belajar anak.  Anak menjadi malas untuk belajar karena anak sudah asyik menonton televisi.  Menonton televisi menurunkan minat membaca pada anak-anak. 
-                Anak cenderung mencontoh model yang ada ditelevisi yang mana perilaku itu tidak sepantasnya dicontoh.  Misalnya: cara berbicara, berpakaian, gaya hidup model ditelevisi yang tidak sepantasnya ada dalam diri anak.
-                Pengaruh tayangan televisi bila dikaitakan perkembangan anak maka dampak yang akan terjadi pada anak  yaitu  untuk usia 0-4 tahun akan menggangu pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan berbicara, kemampuan verbal membaca maupun maupun memahaminya, menghambat anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, sedangkan usia 5-10 tahun akan  merangsang peningkatan agresivitas dan tindak kekerasan, tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan, berperilaku konsumtif karena rayuan iklan, mengurangi kreatifitas, kurang bermain dan bersosialisasi, menjadi manusia individualis dan sendiri.
Maka orang tua perlu mengantisipasi dampak negatif tayangan televisi dengan:
-                Membatasi waktu menonton televisi dan melakukan filter terhadap akses stasiun televisi yang cocok bagi tumbuh kembang anak.
-                Orangtua lebih baik tidak menaruh televisi dikamar anak karena itu akan menyulitkan pengawasan. Sebaiknya televisi ditempatkan diruang yang strategis sehingga anak menonton televisi tidak lepas dari pengawasan orangtua.
-                Menanyakan apa saja yang menjadi acara favorit anak dan mendampingi anak untuk mengenali apakah tayangan itu baik atau buruk.
-                Mengajak anak-anak untuk bersosialiasi dengan orang-orang disekitar rumah, menyediakan bacaan buku, mendengarkan radio dan memutar kaset yang yang menarik bagi anak untuk mengalihkan perhatian anak dari televisi.  Radio dan memutar kaset melatih pendengaran dan imajinasi anak agar berkembang lebih baik.
-                Orang tua mengajak anak untuk belajar menulis untuk menumbuhkan kreatifitas anak.
-                Melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap anak ketika anak sedang menonton televisi. 
-                Melakukan pemblokiran melalui pengaturan yang ada pada televisi terhadap stasiun televisi yang memiliki tayangan kurang mendidik sehingga anak tidak bisa mengakses stasiun televisi tersebut.
-                Melaporkan tayangan-tayangan televisi yang sekiranya tidak mendidik anak kepada lembaga penyiaran terkait.
Referensi:
-         Psikologi pendidikan.Sugihartono
-         Ningsih.  Pengaruh televisi terhadap anak
-         Tyan. Dampak Positif dan Negatif dari Acara Televisi Bagi Anak
3.            Setiap masyarakat memiliki budaya normatif yang berfungsi untuk mengatur perilaku warga masyarakat meskipun pada kenyataannya terjadi pelanggaran dalam masyarakat.
a.            Faktor penyebab pelanggaran yaitu
-       Karena ketidaktahuan, maka penting untuk mensosialisasikan norma pada warga masyarakat.
-       Ketidakadilan, sehingga pihak-pihak yang dirugikan melakukan protes, unjuk rasa, bahkan bisa menjurus ke tindakan anarkis.
-       Kurangnya keteladanan.  Manusia tidak memiliki sosok yang dapat dijadikan panutan sebagai akhibatnya manusia tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, yang pantas dan yang tidak pantas.
-       Karena lingkungan sosial dan proses sosialisasi yang negatif. 
Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik, misalnya lingkungan yang sering terjadi tindak penyimpangan, seperti prostitusi, perjudian, mabuk-mabukan, dan proses bersosialisasi yang negatif, karena bergaul dengan para pelaku penyimpangan sosial, seperti kelompok preman, pemabuk, penjudi, dan sebagainya.
b.            Upaya mencegah pelanggaran norma sosial:
-       Dalam kaitannya kita sebagai konselor yang telah mempelajari tentang bk sosial maka agar individu tidak menyimpang dari norma sudah seharusnya konselor mengakomodasi perubahan sistem sosial yang ada yang secara langsung maupun secara tidak langsung turut berpengaruh terhadap perkembangan individu.  Menurut teori medan individu tidak dapat dilepaskan dari struktur sosial dan lingkungan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. 
-       Membangun kesadaran masyarakat baik itu kesadaran magis, kesadaran kritis dan kesadaran transformatif.
-       Melakukan pendampingan terhadap masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran terhadap norma sosial. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berwujud material, karena tidak semua masyarakat mengalami degradasi secara material.  Namun kadang masyarakat mengalami degradasi secara psikologis.  Mereka membutuhkan pengakuan eksistensinya secara psikologis.
c.             Penyimpangan sosial budaya itu buruk akhibatnya karena dapat melunturkan nilai-nilai sosial budaya selain itu ia dapat dikucilkan dari pergaulan dimasyarakat.
Generasi muda seharusnya menjadi pendukungan dan pengembang nilai bukan menjadi penghancur maupun pengikis nilai.  Namun seiring perkembangan zaman tampaknya generasi muda mengalami degradasi nilai.  Generasi muda menghadapi tantangan yang berat untuk terus mengemban nilai.
d.            Penyimpangan sosial budaya dapat dipandang sebagai kegagalan dari proses pendidikan karena lembaga pendidikan merupakan lembaga rekayasa sosial yang memiliki peran untuk mewariskan, memelihara dan pembaru kebudayaan.
-       Sekolah/lembaga pendidikan sebagai pewaris
Budaya yang berisi nilai/norma tidak dengan sendirinya dimiliki anak melainkan perlu diajarkan.
-       Peran sekolah sebagai pemelihara
Sekolah melestarikan nilai budaya yang dianggap tinggi dan pantas untuk dilestarikan.
-       Peran sekolah sebagai pembaru kebudayaan
Budaya yang tidak sesuai kehendak masyarakat maka dihilangkan, sedangkan yang sesuai dikembangkan sehingga timbul budaya baru.
Referensi:
Anonim.Buku tambahan materi kuliah sap(tidak diterbitkan). 
Materi kuliah bk sosial. Dan powerpoint psikologi sosial ditulis Fathur Rahman, M.Si.

Rita Eka Izzaty,dkk.Perkembangan peserta didik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSPEK KELANJUTAN STUDI LULUSAN SMK JURUSAN TATA BUSANA

PENGGUNAAN TEKNIK PENGUKUHAN UNTUK MENGATASI PERILAKU MENGGANGGU PADA ANAK PRASEKOLAH

GURU BK SEBAIKNYA “JEMPUT BOLA”